Penghargaan tertinggi dalam bidang sains yakni Nobel Prize tahun ini untuk kategori keilmuan Kimia diberikan kepada Akira Yoshino dari Jepang bersama dua koleganya dari amerika John B. Goodenough dan M. Stanley Whittingham.

Ketiganya dikenal dengan hasil riset dan karyanya yang populer yakni Baterai Lithium-ion yang kini digunakan diberbagai industri seperti Smartphone, Mobile Listik, Motor Listrik dan berbagai produk lain yang menggunakan listrik yang bisa di charge kembali. 

Akira Yoshino

Yoshino dan 2 teman nya akan mendapat hadiah sebesar 907rb dollar amerika namun tentusaja harus dibagi 3 dengan John B. Goodenough dan M. Stanley Whittingham. 

Baterai Lithium-ion adalah teknologi baterai yang paling banyak diadopsi industri yang memproduksi produk yang bisa di re-charge di cas ulang. Dan teknologi ini masih terus diteliti dan dikembangkan.

Saat ini terdapat 3 jenis Baterai Lithium-ion yaitu:

  • 1. baterai lithium NCA (Nickel Cobalt Aluminum Oxide)
  • 2. baterai lithium NMC (Nickel Manganese Cobalt Oxide)
  • 3. baterai lithium LFP (Lithium Iron Phosphate)

Perbedaan dari masing-masing jenis baterai diatas adala dari besaran Voltase yang dihasilkan. Nah contoh yang digunakan oleh pabrikan mobile listrik Tesla adalah NCA karena memiliki spesifikasi teknis paling besar dan ringkas. 

Ketiga jenis baterai tersebut memilik fungsi dan segmentasi penggunaan masing-masing. Satu dan lainnya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing namun tentunya sesuai dengan peruntukannya masing-masing.