Avatar sleep tube


Penggemar film Sci-fi tentu sudah sering menyaksikan adegan dimana ketika melakukan perjalanan ruang-angkasa, manusia/astronot nya dalam keadaan tertidur (mati suri) dalam sebuah tub khusus. Adegan yang sudah banyak di film-kan ini seperti pada film Avatar dan Promotheus ini menginspirasi NASA untuk melakukan hal sama saat eksplorasi ke ruang angkasa yang lebih jauh seperti ke Planet Mars

Keinginan NASA ini didukung riset yang dilakukan oleh Spaceworks Enterprise untuk mencari tahu manfaat dari Deep Sleep (Tidur dalam waktu yang sangat lama) dan kemungkinan penerapannya dalam perjalanan ruang angkasa yang lama. 

Seperti kita ketahui dengan teknologi sekarang jarak tempuh Bumi-Mars adalah sekitar 180 hari (6 bulan) dan  perjalanan dengan manusia dalam keadaan normal (bangun dan tidur seperti biasa) akan sangat sulit dilakukan. Bayangkan betapa banyak Makanan yang harus dibawa untuk 6 bulan yang tentunya akan menambah beban berat bagi pesawat. Selain itu harus pula dipastikan bahwa lingkungan didalam pesawat itu memungkinkan bagi manusia untuk hidup dalam waktu cukup lama. 

image host

Lingkungan dalam pesawat harus mendukung bagi manusia untuk hidup

Oleh karena itu jika Manusia bisa dibuat tertidur lama (mati suri) dengan asupan makanan,energi,cairan untuk tubuh seperti infus maka ini akan menjadi terobosan luar biasa yang bisa membuat NASA dan Lembaga antariksa lainnya mengirimkan manusia ke luar angkasa yang lebih jauh lagi. 

NASA dan Spaceworks masih focus dalam meneliti proses mati suri ini mulai dari cara tubuh manusia bermetabolisme, menyerap energi dan mengontrol suhu karena kemungkinan besar tubuh manusia akan ditempatkan dalam tub yang sangat dingin. 

Proses metabolisme juga menjadi kajian khusus mengingat manusia adalah mahluk dengan siklus metabolisme cepat, sementara mati-suri adalah upaya untuk memperlambat proses ini. Beberapa binatang yang sering melakukan hibernasi seperti beruang  mampu ber-hibernasi dalam waktu cukup lama dan tahan dengan kondisi dingin yang bisa menimbulkan Hypotermia. 



Jika semuanya berhasil, maka tantangan terberat adalah bahwa NASA harus mampu me-monitor keadaan astronot/manusia dalam tub secara langsung. Kemampuan ini sangat fital dan harus didukung dengan teknologi yang canggih. 

Belum diketahui lebih jauh mengenai teknis rencana ini dari NASA. Menurut pengamat, jika para astronot dalam kapal nya mati-suri maka kapal akan dikendalikan secara otomatis dan NASA harus terus-menerus me-monitor mereka. Ada idea yang cukup bagus yakni jika mati-suri ini dilakukan bergiliran oleh astronot sehingga proses monitoring bisa dilakukan oleh awak kapal itu sendiri.