Kepala Lapan menjelaskan mengenai manfaat teknologi aeronautika dan antariksa untuk mendukung kemaritiman dalam ISAST 2014.

Lapan menyelenggarakan International Seminar on Aerospace and Technology (ISAST) II 2014, Selasa (11/11). Kegiatan ini berlangsung di Graha Widya Bakti, DRN, Puspiptek, Serpong, Tangerang. Seminar ini memaparkan berbagai peranan teknologi dirgantara seperti roket, satelit dan penerbangan untuk menunjang kemanan maritim. Kegiatan ini sekaligus dalam rangka memperingati ulang tahun Lapan ke-51.


Kepala Lapan, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, dalam sambutannya, mengatakan bahwa Lapan siap mendukung program Presiden Joko Widodo untuk memperkuat sektor maritim. Ia menjelaskan bahwa teknologi satelit sangat penting untuk menunjang pengembangan sektor kemaritiman di Indonesia. Hal ini disebabkan, Indonesia memiliki lebih dari 13.000 pulau dan wilayahnya sangat luas. Dengan demikian, negara ini membutuhkan sarana untuk transportasi, komunikasi, pemantauan, dan pemetaan menggunakan teknologi antariksa dan aeronautika.

Ia melanjutkan, teknologi tersebut sangat menunjang untuk memantau keberadaan pulau-pulau di Indonesia serta untuk menunjang aktivitas umum. “Teknologi antariksa digunakan untuk telekomunikasi dan juga penginderaan jauh. Penginderaan jauh selain digunakan untuk memantau pulau-pulau di Indonesia, digunakan untuk berbagai macam hal, seperti pemetaan sumber daya alam kelautan, pemantauan kekayaan kalautan, serta pembuatan zona potensi penangkapan ikan,” ujarnya.

Dalam mendukung kemaritiman, Lapan mengembangkan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk bidang ini. Kepala Lapan memaparkan, Lapan saat ini mengembangkan pesawat tanpa awak atau UAV yang digunakan untuk berbagai tujuan. 

Lapan juga mengembangkan teknologi satelit. Kepala Lapan mengatakan bahwa Lapan memiliki satelit Lapan-Tubsat atau Lapan A1 yang mengorbit sejak 2007. Saat ini kemampuan satelit tersebut berkurang, namun Lapan telah menyiapkan satelit Lapan A2 yang sedang menunggu untuk diorbitkan dan juga mengembangkan satelit Lapan A3. Diharapkan satelit Lapan A2 dapat diorbitkan pada tahun 2016. Di masa depan, Thomas berharap, Lapan dapat mengembangkan satelit telekomunikasi.

Selain satelit, Lapan juga mengembangkan teknologi roket untuk mengirimkan satelit ke orbitnya. Kepala Lapan berkata bahwa di masa depan Lapan berupaya untuk mengembangkan bandar antariksa. Hal ini disebabkan, posisi Indonesia yang tepat di ekuator sangat bagus sebagai tempat peluncuran roket. Rencana ini juga merupakan mandat Undang-undang No. 21 Tahun 2013 Tentang Keantariksaan. Dalam undang-undang tersebut, Lapan ditugaskan untuk menjadi pengembang teknologi keantariksaan, kemandirian di satelit, teknologi aeronautika dan roket untuk peluncuran satelit termasuk Bandar antariksa.

ISAST merupakan ajang pertukaran informasi terkait ilmu dan teknologi penerbangan dan antariksa bagi universitas, lembaga penelitian, dan industri. Kepala Lapan berharap, seminar ini dapat menguatkan kolaborasi nasional maupun internasional untuk mengembangkan teknologi aeronautika dan antariksa untuk mendukung kehidupan manusia khususnya untuk kemaritiman.

Source : LAPAN