Hidup sehat adalah keinginan semua orang. Tidak ada yang ingin sakit meski terkadang semua yang kita inginkan bisa terpenuhi di kala kondisi tubuh sedang tidak sehat. Selain dapat menggangu kegiatan sehari­hari, berada dalam kondisi yang tidak sehat juga berdampak pada ekonomi seseorang, sebab biaya kesehatan saat ini terbilang sangat mahal.

Namun pemerintah sudah mencoba meberikan jalan terbaik dengan menyediakan jaminan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu jaminan kesehatan yang diberikan oleh pemerintah adalah BPJS Ketenagakerjaan.

Badan Penyelenggra Jaminan Sosial (BPJS) merupakan layanan yang diberikan oleh pemerintah guna memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. BPJS sendiri terbagi menjadi dua macam, BPJS Kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan adalah hasil penggabungan berbagai undang­undang (UU) dan peraturan yang berfokus pada jaminan sosial dan perlindungan ketenagakerjaan di Indonesia.

Meski sudah disosialisasikan oleh pemerintah, ternyata masih banyak yang belum mengetahui tentang BPJS Ketenagakerjaan. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait BPJS Ketenagakerjaan ini.

Orang yang berhak Mendapat BPJS Ketenagakerjaan

Siapa sajakah yang bisa menikmati layanan BPJS Ketenagakerjaan? Semua pekerja di Indonesia wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, artinya semua pekerja bisa mendapatkan BJPS Ketenagakerjaan. Baik mereka bekerja di sektor formal maupun non formal.


Anda dapat melapor langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat jika perusahaan tempat Anda bekerja tidak mendaftarkan diri Anda sebagai penerima BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan juga memberi perlindungan kepada warga negara asing (WNA) yang bekerja di Indonesia setidaknya paling lama enam bulan.

Baca juga :
Orang Terkaya Di Dunia

Program yang Termasuk dalam BPJS Ketenagakerjaan

Ada banyak program yang disediakan oleh pemerintah dalama layanan BPJS Ketenagakerjaan, beberapa dinataranya seperti Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Bukan Penermia Upah, Sektor Jas Konstruksi, dan Jaminan Pensiun.

Cara Mnecairkan Dana BJPS Ketenagakerjaan

Sebenarnya proses pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan itu cukup mudah, selama Anda bisa memenuhi beberapa persyaratan dan mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat. Salah satu syaratnya adalah telah menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan selama kurang lebih limatahun.

Jadi seandainya Anda baru menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan selama setahun dan keluar dari perusahaan yang mendaftarkan Anda, Anda tidak bisa mengklaim dana BPJS itu secara langsung.

Anda harus menunggu hingga lima tahun kemudian. Tapi jangan khawatir karena saat ini proses BPJS lebih mudah, Anda tinggal mengakses website www.bpjsketenagakerjaan.go.id untuk bisa melakukan klaim secara online. Selain itu Anda juga bisa mengecek berapa jumlah dana Anda yang tersimpan hanya dengan mendaftarkan nomer kepesertaan di kartu BPJS Ketenagakerjaan milik Anda. Mudah bukan.