Fakta-fakta Seputar Energi Angin
|Shares :

Fakta-fakta Seputar Energi Angin


image host

Kita tahu bahwa Energi Fosil atau batubara adalah sumber daya alam yang tidak bisa di reboisasi, artinya akan habis seiring berjalannya waktu. Meski memang dengan perkiraan saat ini energi Fosil atau batubara akan habis ratusan-ribuan tahun lagi, namun dampak dari eksploitasi sumber energi dari Fosil dan Batubara sangat memprihatinkan. 

Kerusakan lingkungan, Kepunahan species dan Global warning adalah akibat dari eksploitasi besar-besaran terharap energi Fosil dan batubara. Untuk sebagian negara (yang sudah sadar tentunya) tengah mulai beralih ke sumber energi lain seperti Panas Bumi (Geotermal) , Ombak dan Angin. 

Di Eropa, sumber energi yang sedang digalakan adalah Turbin Angin atau Kincir. Kincir-kincir ini ditanam di lautan atau area tertentu yang dinilai bersiklus angin yang stabil. Turbin-turbin ini nantinya akan menghasilkan Energi Listrik yang sangat besar untuk kebutuhan perumahan bahkan industri. 


Berikut adalah Fakta-fakta seputar Energi Angin


Energi Angin Sudah adadi 100 Negara

Kebanyakan pembangkit listrik tenaga angin/bayu (PLTB) berada di Eropa, Asia dan Amerika Utara. Boom energi angin kini juga dimulai di Amerika Selatan dan Eropa Timur.

Di seluruh dunia, energi angin telah menghasilkan listrik di 100 negara dan memenuhi tiga persen kebutuhan listrik global.



Sumber Energi yang Murah dan Aman

Meski perlu biaya mahal untuk membuatnya, Energi angin ramah iklim, produk lokal, independen dari impor energi dan lebih murah dibandingkan sumber energi lain. Satu kilowatt jam (kWh) listrik produksi turbin angin harganya berkisar antara lima sampai sepuluh sen Euro. 


  PLTB Kecil Semakin Diminati

  Instalasi pembangkit listrik angin yang lebih  kecil menyuplai listrik bagi desa kecil atau  beberapa rumah kecil seperti di Peru.  Permintaan dan penawaran kincir angin kecil  semakin meningkat di seluruh dunia. Untuk  keperluan area perumahan bisa instalasi  PLTB  yang lebih besar lagi.


Taman Energi Angin di Laut

Masih sedikit listrik dari tenaga angin yang diperoleh dari kawasan laut bebas. Instalasi dan pemeliharaannya rumit. Harganya dua kali lebih mahal dari instalasi di darat. Inggris saat ini unggul dengan 3 gigawatt. Setengahnya baru dipasang tahun 2012. Potensi laut Indonesia sangat memadai untuk instlasi PLTB ini


Denmark Sang Pionir PLTB

Denmark menjadi pionir pembangkitan energi angin global. Kini turbin angin menyuplai hampir 30 persen kebutuhan listrik. Tahun 2020 bahkan diharapkan mencapai 50 persen. Pakar di seluruh dunia optimis, kontribusi listrik tenaga angin dapat mencapai 40 persen.


Listrik Angin Menghasilkan Gas

Listrik angin memicu Elektrolisa untuk memproduksi gas hidrogen. Gas ini bisa disimpan untuk digunakan di lain waktu. Instalasi perdana ada di Jerman. Teknik ini merupakan bagian penting dari reformasi energi di Jerman.


Energi Angin Sektor Ekonomi Masa Depan


Sekitar 100.000 orang bekerja di industri pembangkitan energi angin Jerman. Tiongkok, Amerika Serikat dan Jerman berada paling depan dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga angin baru. Pameran internasional terpenting bagi teknologi energi angin digelar setiap tahun di Husum, utara Jerman.


Jika diterapkan di Indonesia, PLN bisa menghemat dan mengurangi Bahan Bakar Minyak sebagai penggerak generator dan pembangkit Listriknya. Dan kita dapat mengurangi kerusakan lingkungan akibat kegiatan Tambang Batubara dan Minyak. 


KAMUS : PLTB = Pembangkit Listrik Tenaga Bayu


Referensi : dw.de

Tags : #sains #teknologi #bumi #energi


SHARES :


Budy K's Avatar

Sains & Teknologi Enthusiast, Software Developer. Check my profile!
> 75% komen akan dibalas. Mohon sabar ya. Simpan halaman ini dan cek kembali lagi

Comments

* Email will not be published


    Privacy .ToS .Contact Us
    © 2017 Teknosains