Sejak krisis di Ukraina bergulir, Amerika serikat melayangkan berbagai protes keras dan sanksi terhadap Rusia. Tak hanya itu Amerika Serikat juga turut berperan dalam mengajak negara-negara Eropa lainnya untuk memberlakukan Sanksi kepada Rusia.

Banyak pihak mempertanyakan bagaimana hubungan kedua negara terutama mengenai kerjasama Antariksa yang sudah terjalin lama. Namun berbagai isu politik dan memanasnya hubungan kedua negara ternyata tak mempengaruhi jalinan kerjasama Antariksa.

Astronot NASA, Scott Kelly dan Kosmonot Rusia Mikhail Kornienko dari Roscosmos (badan antariksa Rusia) akan terbang ke ISS (Stasiun Antariksa Internasional) pada 2015 mendatang. Rencananya, Kelly dan Kornienko akan menetap lama di sana untuk uji coba tempat tidur demi kepentingan misi ke Mars.

Mereka mangaku tidak tergangung sama sekali dengan isu politik dan bilateral kedua negara saat ini. "Kami saling bergantung satu sama lain untuk urusan keantariksaan," ujar Kelly yang berusia 50 tahun saat menghadiri konferensi pers di Paris.

Menurutnya, masalah politik yang hadir di tengah-tengah AS dan Rusia adalah topik yang tidak akan mereka bahas, karena ia dan Kornienko sudah berteman sejak lama. Dengan kata lain, profesionalitas dituntut dalam pekerjaannya.

“Tidak ada batasan antara kami di ruang angkasa. Hal ini seperti contoh yang baik untuk bekerja sama, khususnya dengan keadaan di mana ada masalah politik yang tengah berlangsung,” tambah Kornienko, dikutip dari The Guardian Sabtu (20/12).

Karena kasus ini sebelumnya beredar kabar bahwa Rusia bisa saja membangun Stasiun Antariksa sendiri dan keluar dari Negara-negara Anggota (yang tergabung dalam) ISS.