Apa saja Kendala Mendaratkan Manusia di Titan? Berikut Ulasannya.
|Shares :

Apa saja Kendala Mendaratkan Manusia di Titan? Berikut Ulasannya.

Mendaratkan Manusia di suatu tempat di Tata Surya masih menjadi salah satu cita-cita terbesar manusia. Tak menemukan 'apa-apa' dibulan, kita kini sudah menggalang asa mengunjungi tempat yang lebih jauh dari Bulan.

Sudah lama kita membicarakan Kolonisasi Mars meskipun kita tahu bahwa Permukaan mars sangat tidak bersahabat di 'pijaki' kaki manusia. Orang mulai beralih ke bagian tatasurya yang lebih dalam yakni ke deretan Jupiter dan Saturnus.

Meski Jupiter dan Satunus 99,9% tidak layak huni, ternyata Bulan-bulan mereka memberikan secercah harapan bagi manusia. Beberapa bulan planet Jupiter dan Saturnus diketahui memiliki samudra yang tersembunyi dibawa permukaanya yang beku.

Hal ini setidaknya membuat ilmuan percaya bahwa dimana ada Liquid Water atau Air, disitu pasti ada kehidupan (Mikroorganisme dll). 

NASA : Bulan Jupiter, Ganymede, Memiliki Lautan
Kenapa Ilmuan Berpikir bahwa Ada kehidupan di Europa ?


Ilustrasi kedatangan manusia di permukaan Titan

Selain Bulan-bulan Jupiter, Bulan Saturnus yang menyita perhatian adalah Titan. Study terbaru mengungkapkan bahwa Atmosfir di Titan mungkin lebih mirip Bumi dari pada perkiraan sebelumnya.

Kendati demikian, Mendaratkan manusia di sana tentu secara teknis sangat menantang dan sangat sulit.

Ada 3 Faktor utama yang menjadi kendala serius dalam misi mendaratkan Manusia di Titan :

1. Suhu

Meski ditenggarai memiliki atmosfir dan siklus cuaca, namun suhu disana amat dingin yakni -179 derajat Celcius (-290 derajat Fahrenheit) . Suhu se-Ekstrim ini tentu sukar dihadapai oleh manusia dan juga bisa membekukan mesin.

2. Komposisi Atmosfir

Komposisi utama atmosfir Titan adalah Nitrogen dan Metana, jangan berharap ada  Oksigen yang cukup buat manusia Bernafas di Titan. Dengan komposisi tersebut, susah bagi mahluk hidup di permukaan untuk bertahan. 


Perbandingan atmosfir BUmi vs Titan . Image : NASA

3. Jarak Tempuh

Lagi-lagi kita harus menundukan kepala jika berhadapan dengan fakta bahwa kita belum punya cukup teknologi yang bisa mengantarkan kita travelling lebih cepat di luar angkasa. Wahana Antariksa Cassini saja memerlukan waktu 7 tahun untuk sampai ke lingkungan Saturnus.

Waktu sebegitu lama, tentu sulit dicapai oleh pesawat antariksa berawak manusia yang memerlukan cukup Suplai Oksigen, Makanan dan Air. Ini belum termasuk efek zero-gravitasi yang bisa membunuh manusia. 

NASA Mungkin Akan Kirim Astronot Ke Mars Dalam Keadaan Tidur Seperti di Film

Kesimpulannya, mendaratkan Manusia di Titan dan tempat-tempat lain di Tata Surya menyuguhkan tantangan besar yang belum bisa kita capai dengan kemampuan dan teknologi kita sekarang. Mungkin suatu saat nanti kita bisa melakukan itu, who knows...

Tags : #


SHARES :


Budy K's Avatar

Sains & Teknologi Enthusiast, Software Developer. Check my profile!
> 75% komen akan dibalas. Mohon sabar ya. Simpan halaman ini dan cek kembali lagi

Comments

* Email will not be published


    Privacy .ToS .Contact Us
    © 2017 Teknosains